Nama : An Nisaa’
Nim : 175231056
Kelas : PBS 2B
Dilematika Antara Kebutuhan dan Keinginan
Membedakan Kebutuhan dan
Keinginan adalah salah satu masalah yang dialami oleh banyak orang. Mestinya,
baik dalam perencanaan keuangan atau lainnya, harus bisa membedakan mana yang
kebutuhan dan mana yang termasuk keinginan. Hal ini berguna untuk hidup selamat
dari kekurangan atau goncangan akibat dari mis-manajemen atau suatu kesalahan
tindakan pada saat proses pencapaian tujuan sedang berlangsung.
Banyaknya keinginan yang
tak sebanding dengan kemampuan salah satu masalahnya. Contoh yang sering
mengalami masalah ini adalah seorang mahasiswa. Banyak mahasiswa yang tidak
bisa membedakan apa itu kebutuhan dan keinginan. Mereka lebih mementingkan ego
mereka. Padahal tujuan secara finansial adalah untuk kemandirian. Namun akibat
tidak mampu menahan godaan diri sendiri atau keinginan dalam membelanjakan
uang, yang terjadi justru sebaliknya.
Sebagai contohnya
seorang mahasiswa mau memilik laptop buatan apple hanya untuk membuatnya
terlihat keren padahal dia sudah mempunyai laptop merk acer. Itu bisa dikatakan
sebagai keinginan, karena pada dasarnya kurang bermanfaat. Tapi apabila laptop
tersebut dibeli oleh seorang programmer, desainer,dan profesi lain yang
membutuhkan produk laptop berkemampuan mumpuni, tentu itu bisa disebut sebagai
kebutuhan. Nah dari contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya
kebutuhan dan keinginan bisa berbeda-beda sesuai dengan profesi dan situasi.
Apabila kita terlalu
mengumbar keinginan ketika belanja, berapa pun uang yang di punya pasti akan
merasa kekurangan. Apabila ini terus berlanjut akan menyebabkan krisis keuangan
atau juga bisa disebut pengeluaran membengkak. Dasar untuk mengetahui kebutuhan
adalah fakta, fakta adalah kenyataan yang sudah diketahui. Misalnya kebutuhan
transportasi dan lain-lain.
Dalam konsep manajemen
kebutuhan bisa dibedakan menjadi dua yaitu kebutuhan penting dan kebutuhan
mendesak, misalnya sandang, papan dan pangan ini contoh untuk kebutuhan
penting. Sedangakan untuk kebutuhan mendesak adalah pengembangan karir,
kebutuhan ini juga biasa disebut dengan keinginan. Meski harus memperhatikan
kebutuhan tapi idealnya juga harus memperhatikan keinginan agar hidup terlihat
dinamis, selalu ada kemajuan dan perkembangan tidak hanya monoton.
Kebutuhan sendiri secara
bahasa adalah segala hasrat yang timbul dalam diri manusia jika tidak terpenuhi
dapat mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Barang-barang yang termasuk dalam
kebutuhan juga memberikan aspek psikologis yang menjadi alasan makhluk hidup
dalam menjalankan aktivitas-aktivitasnya. Karena pada dasarnya manusia bekerja
untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Kebutuhan mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut, harus dipenuhi untuk kelansungan hidupnya, tidak dapat ditiadakan,
manusia tidak berdaya tanpanya, dapat menimbukan kematian bila tanpanya.
Sedangakan keinginan
adalah segala hasrat yang timbul dari dalam diri manusia yang apabila tidak
dipenuhi tidak mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Sebenarnya keinginan harus
dipenuhi, agar manusia bisa lebih puas dalam meningkatkan kesejahteraannya. Berikut
ini adalah ciri-ciri dari keinginan, keinginan bersifat tidak terbatas, dapat
ditunda atau tidak dipenuhi, tidak mengancam kelansungan hidup manusia, keinginan
bersifat komplemen atau berdasarkan gengsi, merupakan perwujudan kebutuhan
tersier.
Ada beberapa cara untuk
mengelola kebutuhan dan keinginan yaitu jangan melihat barang dari brand atau
merknya saja, misalnya baju ditoko A biasa tapi bermerk dan tentunya mahal
sedangkan ditoko B bajunya murah dan model baju tersebut bagus. Tetapi disisi
lain ada kebutuhan yang lain yang harus dibeli misalnya membeli buku untuk
belajar. Apabila membeli memilih membeli baju ditoko B dan membeli buku yang
harganya setara dengan toko A, itu berarti bisa menerapkan prinsip mengelola
kebutuhan dan keinginan. Tetapi jika lebih membeli baju ditoko A, berarti belom
mengerti apa itu kebutuhan dan keiginan.
Cara yang kedua jangan
sering nongkrong dicafe, restoran. Karena harga makanan dicafe dan diwarung
makan biasa bisa beda setengahnya. Lebih baik makan diwarung biasa atau membawa
bekal dari rumah dan uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lainya yang lebih
penting, dari pada digunakan untuk membeli makanan direstoran yang diinginkan
agar terlihat “umum batur” katanya.
Cara yang ketiga adalah
mencari kesibukan lain seperti halnya olahraga, membaca buku. Nantinya, hal ini
tidak hanya akan membantu kita menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu tetapi
mengontrol diri untuk menyiapkan kebutuhan setiap harinya.bahkan termasuk untuk
mengontrol pengeluaran setiap hari yang lebih mengacu pada kebutuhan bukan
keinginan semata.
Cara yang keempat adalah
dengan memperhatikan budget. Budget adalah hal yang paling penting dalam
memenuhi kebutuhan dan keinginan. Apabila tidak mempunyai uang pasti hasrat
untuk menginginkan sesuatu yang tidak bermanfaat itu tidak terealisasikan dan
hanya akan memikirkan kebutuhan mendesak saja yang dipikirkan. Sedangkan jika
uang banyak pasti akan membeli hal-hal yang kurang bermanfaat.
Cara yang kelima adalah
yang paling penting yaitu kurangi follow olshop. Karena dengan sosial media
bisa membuat manusia menjadi konsumtif, cara termudah untuk mengatasinya dengan
cara unfollow toko-toko online atau sering disebut olshop. Karena dalam olshop
selalu memeperlihatkan barang-barang yang lucu sehingga akan menarik konsumen
padahal pada dasarnya barang tersebut tidak terlalu dibutuhkan, mereka
membelinya hanya untuk melampiaskan hasrat atau keinginannya yang tidak
terbatas sedankan kebutuhan tidak terlalu difikirkan.
Kebanyakan dari kita mungkin masih belum dapat
membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kemudian dengan mudahnya
mengeluarkan uang ataupun tenaga untuk memenuhi keinginan yang dianggap sebagai
kebutuhan. Dari uraian diatas dapat
disimpulkan bahwa keinginan itu bisa menjadi sumber kemajuan dan bisa menjadi
sumber penderitaan. Kuncinya adalah kontrol diri sendiri dan pengetahuan
tentang diri sendiri. Sedangakan kebutuhan harus dipenuhi sesuai dengan
porsinya agar tercapai hidup yang sejahtera. Jadi mulai dari sekarang harus
membuat skala prioritas. Sehingga yang perlu diingat adalah penuhi keinginan
dengan baik dengan tidak mengabaikan kebutuhan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar