Rabu, 21 Maret 2018

Dilematika Antara Kebutuhan dan Keinginan

Nama : An Nisaa’
Nim : 175231056
Kelas : PBS 2B
Dilematika Antara Kebutuhan dan Keinginan
Membedakan Kebutuhan dan Keinginan adalah salah satu masalah yang dialami oleh banyak orang. Mestinya, baik dalam perencanaan keuangan atau lainnya, harus bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang termasuk keinginan. Hal ini berguna untuk hidup selamat dari kekurangan atau goncangan akibat dari mis-manajemen atau suatu kesalahan tindakan pada saat proses pencapaian tujuan sedang berlangsung.
Banyaknya keinginan yang tak sebanding dengan kemampuan salah satu masalahnya. Contoh yang sering mengalami masalah ini adalah seorang mahasiswa. Banyak mahasiswa yang tidak bisa membedakan apa itu kebutuhan dan keinginan. Mereka lebih mementingkan ego mereka. Padahal tujuan secara finansial adalah untuk kemandirian. Namun akibat tidak mampu menahan godaan diri sendiri atau keinginan dalam membelanjakan uang, yang terjadi justru sebaliknya.
Sebagai contohnya seorang mahasiswa mau memilik laptop buatan apple hanya untuk membuatnya terlihat keren padahal dia sudah mempunyai laptop merk acer. Itu bisa dikatakan sebagai keinginan, karena pada dasarnya kurang bermanfaat. Tapi apabila laptop tersebut dibeli oleh seorang programmer, desainer,dan profesi lain yang membutuhkan produk laptop berkemampuan mumpuni, tentu itu bisa disebut sebagai kebutuhan. Nah dari contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kebutuhan dan keinginan bisa berbeda-beda sesuai dengan profesi dan situasi.
Apabila kita terlalu mengumbar keinginan ketika belanja, berapa pun uang yang di punya pasti akan merasa kekurangan. Apabila ini terus berlanjut akan menyebabkan krisis keuangan atau juga bisa disebut pengeluaran membengkak. Dasar untuk mengetahui kebutuhan adalah fakta, fakta adalah kenyataan yang sudah diketahui. Misalnya kebutuhan transportasi dan lain-lain.
Dalam konsep manajemen kebutuhan bisa dibedakan menjadi dua yaitu kebutuhan penting dan kebutuhan mendesak, misalnya sandang, papan dan pangan ini contoh untuk kebutuhan penting. Sedangakan untuk kebutuhan mendesak adalah pengembangan karir, kebutuhan ini juga biasa disebut dengan keinginan. Meski harus memperhatikan kebutuhan tapi idealnya juga harus memperhatikan keinginan agar hidup terlihat dinamis, selalu ada kemajuan dan perkembangan tidak hanya monoton.
Kebutuhan sendiri secara bahasa adalah segala hasrat yang timbul dalam diri manusia jika tidak terpenuhi dapat mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Barang-barang yang termasuk dalam kebutuhan juga memberikan aspek psikologis yang menjadi alasan makhluk hidup dalam menjalankan aktivitas-aktivitasnya. Karena pada dasarnya manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Kebutuhan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, harus dipenuhi untuk kelansungan hidupnya, tidak dapat ditiadakan, manusia tidak berdaya tanpanya, dapat menimbukan kematian bila tanpanya.
Sedangakan keinginan adalah segala hasrat yang timbul dari dalam diri manusia yang apabila tidak dipenuhi tidak mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Sebenarnya keinginan harus dipenuhi, agar manusia bisa lebih puas dalam meningkatkan kesejahteraannya. Berikut ini adalah ciri-ciri dari keinginan, keinginan bersifat tidak terbatas, dapat ditunda atau tidak dipenuhi, tidak mengancam kelansungan hidup manusia, keinginan bersifat komplemen atau berdasarkan gengsi, merupakan perwujudan kebutuhan tersier.
Ada beberapa cara untuk mengelola kebutuhan dan keinginan yaitu jangan melihat barang dari brand atau merknya saja, misalnya baju ditoko A biasa tapi bermerk dan tentunya mahal sedangkan ditoko B bajunya murah dan model baju tersebut bagus. Tetapi disisi lain ada kebutuhan yang lain yang harus dibeli misalnya membeli buku untuk belajar. Apabila membeli memilih membeli baju ditoko B dan membeli buku yang harganya setara dengan toko A, itu berarti bisa menerapkan prinsip mengelola kebutuhan dan keinginan. Tetapi jika lebih membeli baju ditoko A, berarti belom mengerti apa itu kebutuhan dan keiginan.
Cara yang kedua jangan sering nongkrong dicafe, restoran. Karena harga makanan dicafe dan diwarung makan biasa bisa beda setengahnya. Lebih baik makan diwarung biasa atau membawa bekal dari rumah dan uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lainya yang lebih penting, dari pada digunakan untuk membeli makanan direstoran yang diinginkan agar terlihat “umum batur” katanya.
Cara yang ketiga adalah mencari kesibukan lain seperti halnya olahraga, membaca buku. Nantinya, hal ini tidak hanya akan membantu kita menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu tetapi mengontrol diri untuk menyiapkan kebutuhan setiap harinya.bahkan termasuk untuk mengontrol pengeluaran setiap hari yang lebih mengacu pada kebutuhan bukan keinginan semata.
Cara yang keempat adalah dengan memperhatikan budget. Budget adalah hal yang paling penting dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan. Apabila tidak mempunyai uang pasti hasrat untuk menginginkan sesuatu yang tidak bermanfaat itu tidak terealisasikan dan hanya akan memikirkan kebutuhan mendesak saja yang dipikirkan. Sedangkan jika uang banyak pasti akan membeli hal-hal yang kurang bermanfaat.
Cara yang kelima adalah yang paling penting yaitu kurangi follow olshop. Karena dengan sosial media bisa membuat manusia menjadi konsumtif, cara termudah untuk mengatasinya dengan cara unfollow toko-toko online atau sering disebut olshop. Karena dalam olshop selalu memeperlihatkan barang-barang yang lucu sehingga akan menarik konsumen padahal pada dasarnya barang tersebut tidak terlalu dibutuhkan, mereka membelinya hanya untuk melampiaskan hasrat atau keinginannya yang tidak terbatas sedankan kebutuhan tidak terlalu difikirkan.
Kebanyakan dari kita mungkin masih belum dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kemudian dengan mudahnya mengeluarkan uang ataupun tenaga untuk memenuhi keinginan yang dianggap sebagai kebutuhan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa keinginan itu bisa menjadi sumber kemajuan dan bisa menjadi sumber penderitaan. Kuncinya adalah kontrol diri sendiri dan pengetahuan tentang diri sendiri. Sedangakan kebutuhan harus dipenuhi sesuai dengan porsinya agar tercapai hidup yang sejahtera. Jadi mulai dari sekarang harus membuat skala prioritas. Sehingga yang perlu diingat adalah penuhi keinginan dengan baik dengan tidak mengabaikan kebutuhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Akhir Metodologi Studi Islam

Nama : An Nisaa’ NIM : 175231056 Kelas : Perbankan Syariah 2B IAIN SURAKARTA Refleksi Saya sebagai Mahasiswa Islam terhadap Warun...